Api yang membakar kawasan tersebut selama empat hari dilaporkan belum sepenuhnya padam karena sebagian titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kubar, Bambang Pramudito kepada Korankaltim.com hari ini menjelaskan, tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman di lapangan. Namun medan yang berat dan minim akses jalan menjadi kendala utama penanganan.
“Untuk di wilayah Kampung Sempatn, kebakaran sudah terjadi selama empat hari. Tadi malam tim kami baru pulang dari lokasi, namun api di bagian paling ujung masih belum bisa dijangkau. Jika tidak turun hujan, kemungkinan api masih akan terus menjalar,” ucap Bambang.
Berdasarkan pemantauan sementara, luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 57 hektare. Dari hasil pengecekan lapangan, petugas juga masih menemukan dua titik api aktif di bagian dalam kawasan terbakar.
BPBD Kubar sebelumnya menurunkan tim patroli menggunakan drone untuk memantau kondisi dari udara. Hasil pemantauan menunjukkan titik api berada cukup jauh dan tersebar di area yang sulit dijangkau kendaraan.
Selain itu tim pemadam juga telah melakukan penanganan di titik terdekat dan berhasil memadamkan area sekitar 1,5 hektare. Namun dua titik api lainnya belum dapat dijangkau karena lokasi kebakaran dikelilingi rawa.
“Akses menuju titik api sangat sulit dijangkau kendaraan. Petugas di lapangan terpaksa hanya memadamkan titik api terdekat, sedangkan area yang terbakar masih lebih luas dan berada jauh ke dalam,” ujar Bambang.
Petugas sempat berupaya mencari jalur masuk dengan mengitari kawasan sekitar lokasi, namun tidak ditemukan akses kendaraan menuju titik api. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan secara manual.
BPBD juga memperkirakan potensi area terdampak dapat mencapai 300 hingga 400 hektare apabila api terus merambat sampai batas sekat alami di sekitar lokasi, seperti Sungai Idan, rawa dan danau yang menjadi penghambat penyebaran api. Kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir dinilai memperbesar risiko rambatan api.
Saat ini BPBD Kubar bersama Manggala Agni dan unsur terkait masih bersiaga di lapangan untuk melakukan pemadaman serta mencegah api meluas. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas dan minim hujan.
Editor: Aspian Nur