Sejak awal ibadah, nuansa sakral terasa melalui rangkaian liturgi, nyanyian pujian, serta doa-doa yang dipanjatkan bersama. Umat mengikuti setiap prosesi dengan tertib dan penuh penghayatan, mencerminkan semangat kebangkitan, harapan, dan pembaruan dalam kehidupan beriman.
Perayaan Paskah tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai peringatan religius semata, tetapi juga sebagai momentum refleksi untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan dengan sesama. Nilai kasih, pengorbanan, serta kepedulian menjadi pesan utama yang kembali ditegaskan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah perayaan tersebut, semangat kebersamaan juga terlihat dari kehadiran berbagai kalangan umat, mulai dari anak-anak hingga lansia yang turut ambil bagian dalam ibadah dengan penuh sukacita.
Sementara itu, Bupati Kubar, Frederick Edwin, mengajak masyarakat menjadikan Paskah sebagai inspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya semangat kebangkitan Kristus sebagai dorongan untuk memperkuat persaudaraan dan gotong royong.
“Semangat Paskah diharapkan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk saling menghargai, menjaga kebersamaan, dan bersama-sama membangun Kubar yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai Paskah seperti kasih, pengorbanan, dan kepedulian sosial perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Usai misa, umat berangsur meninggalkan gereja. Sebagian masih saling menyapa di halaman, menandai hangatnya kebersamaan dalam perayaan Paskah tahun ini.
Editor: Erwin