Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya promosi potensi lokal ini menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari lomba hingga hiburan rakyat, dengan durian sebagai ikon utama. Puncak kegiatan berupa pembagian durian gratis menjadi magnet terbesar bagi masyarakat.
Antusiasme warga memuncak saat panitia mulai membagikan durian. Sebanyak 1.350 buah durian lokal yang disusun menggunung langsung diserbu warga dan ludes dalam waktu singkat. Meski sempat terjadi saling dorong akibat tingginya animo masyarakat, suasana tetap berlangsung meriah dan terkendali. Warga pun tampak puas menikmati durian khas Kutai Barat secara cuma-cuma.
Selain pembagian dan makan durian bersama, festival ini juga diramaikan berbagai kegiatan menarik. Lomba makan durian menjadi salah satu yang paling menyedot perhatian. Dalam lomba tersebut, peserta ditantang menghabiskan durian dengan cepat dan bersih. Para peserta terlihat antusias mengikuti perlombaan hingga selesai.
Beragam kegiatan lain turut memeriahkan festival, seperti lomba durian unggul, peragaan busana anak, hingga lomba kuliner berbahan durian. Rangkaian ini menjadikan festival tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sarana promosi potensi lokal dan kreativitas masyarakat.
Durian yang disajikan berasal dari berbagai wilayah di Kutai Barat, antara lain Intu Lingau, Geleo, Barong, dan Nyuatan. Seluruh durian merupakan hasil lokal yang dikenal memiliki cita rasa khas dan kualitas yang mampu bersaing.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, menyampaikan bahwa Festival Durian merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat potensi unggulan daerah.
“Festival ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga upaya mempromosikan durian sebagai komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM. Selain itu, festival juga menjadi wadah interaksi antara produsen dan konsumen, sekaligus membuka peluang investasi berbasis potensi lokal.
Menurutnya, Festival Durian telah masuk dalam Calendar of Event (COE) 2026 Kabupaten Kutai Barat. Melalui konsep pariwisata berbasis kearifan lokal yang menggabungkan unsur kuliner, budaya, dan hiburan, kegiatan ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani, berharap festival ini dapat semakin memperkuat posisi daerah sebagai salah satu penghasil durian unggulan. Ia menilai potensi durian di Kutai Barat sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah yang terus dikembangkan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong inovasi serta menggerakkan ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku UMKM agar terus mengembangkan produk berbahan dasar durian,” ujarnya.
Ia juga berharap Festival Durian dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, sehingga mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi yang dimiliki, durian tidak hanya menjadi buah unggulan, tetapi juga kekuatan ekonomi daerah di masa mendatang.
Editor: Erwin