Kepala Dinas Pertanian Kubar, Stepanus A. Samson, menyampaikan, berdasarkan data 2025, total produksi padi mencapai 5.957 ton dari luas lahan 1.985 hektare, dengan produktivitas rata-rata 3,01 ton per hektare. Luas lahan tersebut terdiri dari 500 hektare sawah dan 1.485 hektare ladang.
Memasuki 2026, capaian panen terus meningkat. Hingga Maret, luas panen tercatat 101,93 hektare pada Januari, 411,78 hektare pada Februari, dan melonjak menjadi 779,59 hektare pada Maret. Puncak panen diperkirakan berlangsung pada Maret dan masih berlanjut hingga April.
“Dari capaian tersebut diperkirakan sekitar 3.890 ton beras telah terserap dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Tak hanya sektor padi, pertanian hortikultura di Kutai Barat juga menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Hingga Maret 2026, produksi sejumlah komoditas tercatat sebagai berikut: kangkung 528 kuintal, bayam 450 kuintal, sawi 419 kuintal, buncis 170 kuintal, cabai besar 60 kuintal, cabai keriting 16,5 kuintal, cabai rawit 65,2 kuintal, timun 168 kuintal, serta terong ungu dan putih 93,6 kuintal.
Menurutnya, capaian ini menandakan kebutuhan sayur dan cabai masyarakat Kutai Barat mulai dapat dipenuhi dari produksi lokal.
Sementara itu, Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani menegaskan bahwa semangat petani sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga hasil pertanian di pasaran.
“Contohnya seperti usaha sarang burung walet dan kelapa sawit. Ketika harga baik, masyarakat akan bersemangat mengembangkan usaha tersebut. Itu merupakan hukum ekonomi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan finalisasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), agar lahan sawah yang telah ditetapkan tidak kembali beralih fungsi ke komoditas lain.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa, sekaligus strategi menghadapi ketidakpastian global, dengan fokus utama pada swasembada beras.
Nanang juga mengapresiasi hasil kegiatan kaji terap pertanian yang dilakukan Dinas Pertanian bersama penyuluh, dengan capaian produktivitas mencapai sekitar 4,8 ton per hektare. Ia mengingatkan agar para penyuluh tetap aktif mendampingi petani di lapangan.
“Walaupun status kepegawaiannya di pusat, tetapi obyek kerjanya tetap di Kubar. Penyuluh harus terus berkomunikasi dan mendampingi petani,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut harga gabah di wilayah Kecamatan Bongan saat ini telah mencapai sekitar Rp6.500 per kilogram, yang dinilai cukup baik untuk mendorong peningkatan produksi.
“Dalam sektor pertanian, kuncinya ada pada harga. Jika harga baik, maka petani pasti semakin bersemangat,” pungkasnya.
Editor: Erwin