Sejak pagi, warga tampak mengantre untuk membeli bahan pokok yang dijual dengan harga lebih murah dari pasaran.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Petrus Husen, mengatakan GOM merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama saat permintaan meningkat pada bulan Ramadan.
“Jadi salah satu tugas kami dari Dinas Ketahanan Pangan adalah bagaimana menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, apalagi saat hari besar keagamaan seperti sekarang ini,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Menurutnya, melalui program tersebut pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Kami membantu masyarakat agar bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih murah melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah,” katanya.
Pada kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kubar menurunkan sekitar empat ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, tersedia pula berbagai komoditas lain seperti minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah dan bawang putih.
“Untuk kegiatan hari ini kami menurunkan sekitar empat ton beras SPHP. Kemudian ada sekitar 24 dus minyak goreng. Kami juga dibantu mitra untuk penyediaan telur, gula, bawang merah dan bawang putih,” jelas Petrus.
Adapun harga bahan pokok yang dijual antara lain beras SPHP Rp56.500, minyak goreng Minyakita Rp18.500, gula pasir Rp18.000, telur ayam Rp63.000 per rak, bawang merah Rp30.000 per kilogram, serta bawang putih Rp35.000 per kilogram.
Petrus menambahkan, kehadiran GPM dalam kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan Kodim 0912/Kubar di wilayah Linggang Amer.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program tersebut sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Editor: Erwin