Korban diketahui bernama Tuyiq (40), warga Kampung Sebelang, Kecamatan Muara Pahu. Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban mencari ikan menggunakan alat setrum di sungai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutai Barat, Bambang Pramudito, membenarkan kejadian itu. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban sempat terlihat melompat dari perahu ketinting bermesin ces ke sungai sebelum akhirnya tenggelam.
“Menurut keterangan saksi atas nama Mulyadi, korban terlihat melompat dari perahu ke sungai dan sempat melambaikan tangan. Tidak lama kemudian korban tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan,” jelasnya.
Mulyadi kemudian memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar. Saksi lainnya, Agus Supian Nor, mendatangi perahu korban yang sudah berada di tepi Sungai Mahakam. Di dalam perahu ditemukan satu unit alat setrum beserta aki dalam keadaan masih menyala.
“Alat setrum tersebut kemudian dimatikan oleh saksi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” keterangan saksi.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian dengan menggunakan sekitar 10 unit perahu menyisir aliran sungai mengikuti arah arus. Namun setelah sekitar satu jam pencarian, korban belum berhasil ditemukan.
Bambang mengatakan pihaknya turut berkoordinasi dengan aparat dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian lanjutan. Pencarian di perairan Sungai Mahakam memiliki tantangan tersendiri karena arus yang cukup kuat, ditambah kondisi cuaca yang mendung.
“Pencarian dilakukan hingga sore hari. Karena kondisi mulai malam, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok,” pungkasnya.
Editor: Erwin