Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kubar, jajaran TNI-Polri, pejabat Pemkab Kubar, camat dan petinggi kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXII Kodim 0912/Kbr.
Bupati Frederick Edwin menyampaikan bahwa TMMD merupakan program terpadu antara Pemerintah Daerah dan TNI yang bertujuan mempercepat pembangunan daerah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan masyarakat.
Melalui TMMD, pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga non-fisik yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya memberikan apresiasi kepada jajaran TNI atas pelaksanaan TMMD di wilayah ini. Program ini menjadi wujud nyata sinergi dalam mempercepat pembangunan yang merata di kampung-kampung,” ujarnya.
Pelaksanaan TMMD ke-127 Wiltas berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, dengan lokasi sasaran di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, serta Kampung Tering Lama dan Tering Lama Ulu, Kecamatan Tering.
Ketiga wilayah tersebut dipilih karena masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar dan masuk dalam kategori kawasan tertinggal yang membutuhkan perhatian khusus.
Sasaran fisik utama TMMD difokuskan pada semenisasi jalan kampung di Linggang Amer, pembangunan satu unit rumah layak huni, penyediaan fasilitas air bersih (TMAB), serta pembangunan MCK.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar akses warga, mendukung aktivitas ekonomi, memudahkan mobilitas anak sekolah, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan kegiatan non-fisik berupa penyuluhan, sosialisasi, kampanye rekrutmen TNI, pengobatan gratis, hingga pembagian bantuan sosial kepada masyarakat.
Total anggaran pelaksanaan TMMD Ke-127 Wiltas di Kubar mencapai Rp2,38 miliar yang bersumber dari dukungan Pemerintah Daerah dan TNI.
Dandim 0912/KBR Letkol Inf Doni Fransisco selaku Dansatgas TMMD Ke-127 Wiltas mengatakan, TMMD tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Satgas TMMD Kubar diperkuat sekitar 150 personel dari TNI, Polri, serta didukung partisipasi aktif masyarakat setempat melalui semangat gotong royong.
“Keberhasilan TMMD sangat bergantung pada sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami berharap hasil pembangunan ini dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” katanya.
Melalui TMMD ke-127 Wiltas, pembangunan kampung tak lagi berhenti pada beton dan bangunan, tetapi menjadi jalan pembuka bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial warga. Dari semenisasi jalan hingga pelayanan kesehatan, TMMD menghadirkan kehadiran negara di wilayah pinggiran, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa adalah fondasi utama menuju Kubar yang lebih sejahtera dan berdaya.
Editor: Erwin