Bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu itu dengan cepat dilalap api. Kobaran yang muncul di tengah malam sempat mengejutkan warga sekitar, mengingat lokasi bangunan berada tepat di samping rumah pemiliknya dan berdekatan dengan hunian warga lainnya.
Pemilik gudang dan kandang ternak, Mathius Mentik (70), menuturkan sebelum kejadian dirinya sempat memasak pakan ternak menggunakan tungku kayu di lokasi kandang sekitar pukul 17.00 Wita.
Setelah selesai memasak, ia kemudian pergi ke kawasan Barong Tongkok (Busur) dan kembali ke rumah sekitar pukul 22.00 Wita.
“Saya pulang sudah malam dan langsung masuk kamar. Sekitar jam sebelas malam saya dengar seperti ada suara benda terbakar. Pas saya lihat dari jendela, api sudah besar di arah kandang,” ujar Mathius kepada Korankaltim.com, Minggu (18/1/2026).
Api yang cepat membesar membuat Mathius tidak sempat menyelamatkan bangunan maupun ternaknya. Satu ekor babi dilaporkan ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Koordinator Lapangan Pemadam Kebakaran Kecamatan Barong Tongkok, David Herwoto, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran tidak lama setelah api terlihat membesar. Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kutai Barat segera dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan dan menurunkan empat unit mobil pemadam dari posko induk. Setibanya di lokasi, petugas melakukan lokalisir agar api tidak merembet ke rumah warga,” jelas David.
Berkat kesigapan petugas di lapangan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.40 Wita. Upaya cepat tersebut mencegah kobaran api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami luka bakar ringan pada bagian lengan saat berupaya memadamkan api dan telah mendapatkan penanganan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp15 juta, meliputi satu unit gudang dan kandang berukuran sekitar 4 x 6 meter yang ludes terbakar serta satu ekor ternak babi.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh sisa api dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak pakan ternak. Petugas mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan sumber api terbuka, khususnya pada bangunan berbahan kayu di kawasan permukiman.
Editor: Erwin