Sayangnya hasil ini tak diikuti tim futsal putri yang harus puas finis di peringkat keempat setelah kalah dari Kutai Timur (Kutim) dengan skor 2-4 sehingga gagal membawa pulang medali.
Pelatih Kepala Futsal Putra dan Putri Kubar Niki Andreas Fendi, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari proses persiapan yang dijalani dalam beberapa bulan terakhir. Untuk tim putra, persiapan dilakukan selama kurang lebih empat bulan, sedangkan tim putri menjalani persiapan sekitar dua bulan.
“Melihat waktu persiapan yang ada, hasil ini patut diapresiasi. Anak-anak sudah berjuang maksimal di lapangan,” kata Niki kepada Korankaltim.com, Sabtu (20/12/2025).
Sepanjang turnamen, tim menghadapi pertandingan yang berjalan ketat dan menuntut konsentrasi tinggi dari para pemain. Situasi tersebut mengharuskan atlet cepat beradaptasi dengan tekanan pertandingan, sekaligus menjadi pengalaman penting sebagai bekal menuju Porprov VIII/2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser. “Level persaingan cukup tinggi. Ini jadi pembelajaran berharga untuk persiapan ke depan,” sebut Niki lagi.
Meski naik podium, evaluasi tetap menjadi perhatian utama tim pelatih. Sejumlah aspek teknis dinilai masih perlu dibenahi, mulai dari koordinasi permainan, disiplin posisi, hingga penyelesaian akhir.
“Evaluasi pasti ada, baik dari sisi teknik, konsistensi, maupun pengambilan keputusan di lapangan. Ini yang akan kami perbaiki agar ke depan bisa tampil lebih maksimal,” jelas Niki.
Regenerasi atlet futsal Kubar menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Sejumlah pemain muda dinilai memiliki potensi dan progres yang menjanjikan, terutama jika kompetisi kelompok usia dapat terus digelar secara konsisten.
Niki mengapresiasi peran KONI, Dispora, serta Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Kubar yang selama ini dinilai cukup baik, baik dalam pembinaan, fasilitas, maupun kesempatan mengikuti kejuaraan.
“Kami mengapresiasi perjuangan seluruh pemain. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Perjalanan masih panjang dan peluang berprestasi ke depan masih terbuka,” pungkas Niki.
Editor: Aspian Nur