Temuan terbaru hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) memperlihatkan masih banyak sumber perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di permukiman warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kubar, Weda, mengatakan sejumlah penampungan air masih dibiarkan terbuka dan tidak dikuras.
Kondisi ini ditemukan berulang di banyak lokasi, sehingga tetap menjadi pemicu munculnya kasus baru. Ia menyebut, ban-ban bekas maupun botol dan gelas plastik yang terisi air hujan juga menjadi media yang sulit dikendalikan.
“Yang paling banyak kita temukan itu tempat penampungan air yang dibiarkan terbuka. Plastik-plastik yang terisi air saat hujan juga cepat sekali jadi sarang nyamuk,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Senin (8/12/2025).
Meski situasi lingkungan masih menghadirkan potensi penularan, data kasus DBD tahun ini cenderung menurun. Hingga Oktober tercatat 256 kasus dengan dua kematian, sementara memasuki November hanya ada tiga kasus baru. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding 2024 yang mencapai 730 kasus.
Meski demikian, Weda mengingatkan Kubar tetap termasuk wilayah endemis sehingga risiko peningkatan kasus selalu ada jika upaya pencegahan melemah.
“Virusnya sudah ada di mana-mana. Jadi meski trennya menurun, kewaspadaan harus tetap tinggi,” tegasnya.
Untuk memperkuat deteksi dini, Dinas Kesehatan telah menyiapkan Rapid Diagnostic Test (RDT) di seluruh puskesmas bahkan hingga puskesmas pembantu. Langkah ini diambil menyusul sejumlah kasus meninggal yang disebabkan keterlambatan pasien dibawa berobat.
Weda meminta masyarakat segera memeriksakan anggota keluarga yang mengalami demam tinggi, terutama pada hari kedua atau ketiga.
“Banyak kasus meninggal karena terlambat dibawa. Kalau ada yang demam, jangan ditunda, langsung bawa ke faskes,” katanya.
Penanganan setiap laporan kasus baru juga dilakukan dengan cepat melalui PE, pemberantasan sarang nyamuk, abatesasi, hingga fogging fokus bila diperlukan.
Menurutnya, pengendalian sumber perindukan tetap menjadi cara paling efektif memutus siklus nyamuk, sementara fogging hanya bekerja pada nyamuk dewasa dalam waktu singkat.
Weda mengapresiasi semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia berharap dengan konsistensi gerakan PSN di tingkat rumah tangga, kasus DBD di Kubar dapat terus ditekan dan tidak lagi menimbulkan korban jiwa.
“Harapan kita, kalau pun ada kasus, jangan sampai ada yang meninggal,” pungkasnya.
Editor: Erwin