Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ketangguhan daerah menghadapi potensi ancaman bencana.
Plt Kepala BPBD Kubar Hendrita Teofila, menyebut penyusunan dokumen tersebut diperlukan untuk memetakan ancaman, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat kapasitas penanggulangan bencana lintas sektor.
“Dokumen ini menggambarkan kondisi risiko bencana di seluruh wilayah Kutai Barat dan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan serta rencana aksi pengurangan risiko bencana,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Penyusunan dokumen KRB dan RPB dilakukan melalui tiga tahap asistensi BNPB Kubar dengan pendampingan BPBD Provinsi Kaltim.
Teofila berharap hasil kajian dapat menjadi baseline risiko hingga tingkat kecamatan sehingga capaian pengurangan risiko dapat terukur setiap tahun. Ia menegaskan pentingnya dukungan multipihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha.
Sementara itu, Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani, yang membuka kegiatan FGD, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, Kubar memiliki kerawanan terhadap berbagai bencana, baik alam maupun non-alam. Prioritas penanganan lima tahun ke depan telah ditetapkan berdasarkan hasil kajian risiko.
“Prioritas yang perlu segera kita tangani adalah kebakaran hutan dan lahan, banjir, banjir bandang, serta kekeringan,” ujar Nanang.
Ia menambahkan bahwa cuaca ekstrem dan tanah longsor juga menjadi ancaman yang perlu mendapat perhatian.
Wabup menegaskan penyusunan KRB dan RPB tidak boleh hanya bersifat administratif. “Dokumen ini harus aplikatif, terukur, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, serta terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga mengimbau perangkat daerah untuk berpartisipasi aktif dalam FGD, memberikan data yang valid, serta memastikan program pengurangan risiko bencana selaras dengan RPD maupun RPJMD.
Forum yang melibatkan unsur pentahelix pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dinilai penting untuk menghasilkan dokumen yang komprehensif dan dapat diimplementasikan.
Pemerintah Kabupaten Kubar optimistis penyusunan KRB dan RPB 2025-2029 menjadi pedoman nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan bagi masyarakat.
Dokumen ini diharapkan memperkuat respons daerah terhadap berbagai potensi ancaman sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Editor: Erwin