Beras, bawang, ikan, ayam, telur dan kebutuhan pokok lainnya tidak mengalami gangguan suplai. Pemkab Kubar juga menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga untuk memantau perkembangan harga pangan di daerah. Dalam beberapa minggu terakhir, tim gabungan yang terdiri dari Polres Kubar, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Perizinan dan Dinas Ketahanan Pangan melakukan pengawasan langsung di lapangan.
“Beberapa pekan lalu kami turun bersama-sama melakukan pengawasan harga beras. Upaya ini diharapkan bisa memberi dampak pada penurunan harga serta memberikan kepastian kepada masyarakat terkait ketersediaan beras,” kata Rion kepada KoranKaltim.com, Sabtu (15/11/2025).
Meski kondisi stok terbilang aman, Rion mengakui Kubar masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Karena itu pemerintah memastikan jalur distribusi dari Balikpapan dan Samarinda tetap lancar. Pasokan beras yang masuk umumnya berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan Parepare, Sulawesi Selatan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah di Sidrap, Sulawesi Selatan, Jawa maupun dengan pemerintah provinsi untuk memastikan distribusinya lancar. Ini penting agar suplai ke Kubar tidak terganggu,” sebutnya.
Pemerintah daerah juga mulai mendorong peningkatan produksi pangan lokal sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar. Arahan bupati telah disampaikan kepada Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan seluruh pihak terkait untuk memperkuat sektor produksi.
“Trennya sudah mulai positif, walaupun dampaknya belum terlalu besar. Tetapi pergerakan ke arah peningkatan itu sudah ada,” tutur Rion.
Ia menambahkan, upaya peningkatan produksi melibatkan banyak sektor, termasuk Dinas PU dan kelompok tani.
Rion berharap tren tersebut terus berlanjut sehingga Kubar mampu memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.
“Harapannya ini terus berjalan dan kita semakin kuat dalam ketahanan pangan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur