Hingga Rabu sore (12/11/2025), tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan Basarnas berhasil mengevakuasi tujuh jasad penumpang yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Berdasarkan data BPBD Kutai Barat, ketujuh korban yakni Dedy (30) asal Bandung, Cello (21) asal Flores, Anci (50) asal Samarinda, Yanto (41) asal Flores, Ira (24) asal Flores, Ilham (25) asal Bandung, dan Bogel (50) asal Malang.
Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) di Kecamatan Sekolaq Darat untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Kapolsek Long Iram, IPDA Usman, mengatakan proses pencarian masih terus dilanjutkan karena satu korban bernama Fendy, asal Lumajang, belum ditemukan.
“Kami bersama unsur terkait terus berupaya maksimal dalam pencarian dan evakuasi korban. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk warga sekitar,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Ia menambahkan, radius pencarian kini diperluas hingga 15 kilometer dari titik tenggelamnya kapal, setelah salah satu korban ditemukan di jarak 13,5 kilometer.
“Kondisi arus sungai yang deras memungkinkan korban terbawa cukup jauh, jadi area pencarian kami perluas agar lebih efektif,” jelasnya.
Sementara itu, tim penyelam turut dikerahkan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal untuk mencari korban yang masih hilang sekaligus mengevakuasi sepeda motor yang ikut tenggelam.
Namun, upaya tersebut sempat terkendala derasnya arus dan kondisi air yang keruh. Meski begitu, seluruh unsur gabungan tetap bersiaga di lapangan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Diketahui, musibah ini terjadi pada Senin (10/11/2025) malam ketika kapal penyeberangan tradisional yang biasa digunakan warga sekitar berlayar dari dermaga milik PT Borneo Damai Lestari (BDL) di Kampung Ujoh Halang menuju Kampung Linggang Muara Leban. Kapal itu mengangkut karyawan dan barang milik perusahaan untuk keperluan operasional.
Kapal membawa total 28 penumpang, saat berada di tengah Sungai Mahakam, bagian depan kapal tiba-tiba kemasukan air akibat kelebihan muatan. Derasnya arus sungai memperparah keadaan hingga kapal tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam.
Sebanyak 20 penumpang berhasil menyelamatkan diri, sementara delapan lainnya dinyatakan hilang dan diduga terbawa arus sungai. Sejak malam kejadian, tim gabungan bergerak cepat melakukan pencarian tanpa henti menggunakan perahu karet dan peralatan penyelamatan khusus, menyusuri sungai berlumpur dengan arus yang kuat.
Editor: Erwin