Dari 28 penumpang yang berada di atas kapal, 20 orang berhasil menyelamatkan diri, sementara 8 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tenggelam terbawa arus sungai. Tim gabungan dari Polres Kutai Barat, BPBD, Koramil Long Iram, serta masyarakat setempat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
Kasat Polairud Polres Kutai Barat IPTU Nurman Syarip mengakui adanya peristiwa tersebut. Kapal berangkat dari dermaga perusahaan PT BDL di Kampung Ujoh Halang menuju Kampung Linggang Muara Leban dengan membawa bahan material berupa semen dan sejumlah karyawan perusahaan.
“Berdasarkan keterangan saksi dan motoris, kapal mulai kemasukan air di bagian depan ponton sekitar 150 meter dari tepian sungai. Karena muatan berat, kapal tidak bisa dikendalikan dan akhirnya tenggelam,” ujar Nurman kepada KoranKaltim.com, Selasa (11/11/2025).
Proses pencarian sempat dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi gelap dan arus sungai yang deras. Kegiatan dilanjutkan pada Selasa pagi dengan dukungan penuh dari tim gabungan yang telah mendirikan Posko SAR dan Bantuan Terpadu di tepi Sungai Mahakam sebagai pusat koordinasi dan penyaluran bantuan bagi korban selamat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengenal atau memiliki hubungan keluarga dengan korban agar segera menghubungi pihak berwenang atau Posko SAR di Kampung Muara Leban untuk memudahkan proses identifikasi dan penyampaian informasi kepada keluarga.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di sekitar lokasi tim gabungan masih terus menyisir aliran Sungai Mahakam guna menemukan para korban yang belum ditemukan.
Adapun delapan korban yang hingga kini masih dalam pencarian diketahui bernama:
1. Asmaun alias Bogel (55), asal Malang, Provinsi Jawa Timur
2. Pendy (30), asal Lumajang, Provinsi Jawa Timur
3. Dedy (30), asal Bandung, Provinsi Jawa Barat
4. Ilham (27), asal Bandung, Provinsi Jawa Barat
5. Ira (24), asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
6. Cello (21), asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
7. Yanto (40), asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
8. Anci (50), asal Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Editor Aspian Nur