Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (Bima Etam) di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Selasa (30/9/2025) hari ini.
“Program ini sangat strategis karena menjadi wujud sinergi pemerintah daerah, BI, OJK, perbankan dan mitra kerja. Harapannya, melalui business matching dan edukasi keuangan, UMKM semakin mampu mengelola usaha secara sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Bupati Kubar Frederick Edwin kepada Korankaltim.com disela acara.
Pelaku UMKM dari berbagai sektor, perbankan serta mitra usaha terkait hadir pada acara ini. Khusus untuk pelaku UMKM diminta memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jaringan, membangun pasar baru, dan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan berharap ada dukungan nyata berupa kemudahan akses modal dan pendampingan dari OJK.
Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPW BI Kaltim Setya Dodi Hermawan menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha.
“Kendala yang sering muncul adalah pencatatan keuangan yang tidak rapi serta riwayat kredit yang bermasalah. Melalui kegiatan ini, kami hadir memberikan edukasi bagaimana mengelola keuangan dengan baik,” kata Setya.
Sementara Deputi Direktur OJK Kaltim dan Kaltara Yulianta menyebut kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai lebih dari 61 persen dengan serapan tenaga kerja 97 persen. Namun, sekitar 70 persen pelaku UMKM masih kesulitan pendanaan.
“Banyak pelaku usaha kesulitan mendapatkan kredit karena tidak memiliki catatan keuangan yang rapi. Melalui kegiatan ini, kami memberikan edukasi tentang cara pencatatan keuangan yang benar agar UMKM bisa lebih mudah mengakses pembiayaan,” ujar Yulianta.
Bima Eta diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat UMKM Kubar agar memiliki daya saing. sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor: Aspian Nur