Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi konstruksi, pembaruan rencana anggaran biaya, hingga aspek keselamatan konstruksi.
Tender pekerjaan redesain telah selesai, dengan PT Wira Widyatama ditetapkan sebagai pemenang melalui penawaran Rp2,85 miliar.
Jembatan ATJ diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis karena menghubungkan Kecamatan Melak dengan Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB).
Kehadirannya diyakini dapat memangkas jarak tempuh Kubar menuju Samarinda.
Bupati Kubar, Frederick Edwin bersama Wakil Bupati, Nanang Adriani pun berkomitmen untuk menuntaskan proyek ini sebagai salah satu janji kampanye.
Sekretaris DPUPR Kubar, Christian Gamas, menegaskan redesain adalah tahapan penting sebelum pembangunan dilanjutkan.
“Usia konstruksi Jembatan ATJ eksisting sudah cukup lama. Agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari, perlu penyesuaian desain sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (24/9/2025).
DPUPR bersama Bappeda juga melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam kajian teknis. Hasilnya, secara umum konstruksi jembatan eksisting masih sangat layak.
Bahkan, uji laboratorium menunjukkan kondisi pylon jauh di bawah batas toleransi negatif sehingga aman secara teknis. Meski begitu, adanya kebutuhan clearance angkutan sungai yang lebih tinggi, sehingga tetap memerlukan pembongkaran terbatas.
Christian menjelaskan ada empat alasan utama redesain dilakukan. Pertama, Rencana Anggaran Biaya (RAB) lama sudah tidak relevan karena disusun lebih dari sepuluh tahun lalu.
Kedua, perkembangan teknologi konstruksi memungkinkan metode yang lebih efisien. Ketiga, akuntabilitas proyek bisa lebih terjaga dengan desain baru. Keempat, aspek keselamatan konstruksi tetap menjadi prioritas utama.
“Redesain tidak hanya soal mengganti gambar teknis, tapi juga menyangkut perhitungan teknis, pembaruan RAB, hingga pemanfaatan teknologi terbaru. Karena keterbatasan dana, proyek ini dibuat multiyears agar hasilnya benar-benar kokoh, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Kubar berharap pembangunan Jembatan ATJ bisa segera kembali berjalan setelah tertunda sejak 2015, dan memberikan manfaat nyata bagi konektivitas daerah.
Editor: Erwin