Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat Mateus Ramos kepada Korankaltim.com menjelaskan, kebakaran menghanguskan sekitar dua hektar lahan. Pemadaman dilakukan oleh tim BPBD bersama warga sekitar yang bergerak cepat agar api tidak semakin meluas.
“Lokasinya berada di jalan poros menuju Kampung Eheng lahan yang terbakar sekitar dua hektar. Proses pemadaman sempat terkendala karena tidak ada akses jalan bagi mobil. Jadi petugas bersama warga harus masuk melalui semak dan ilalang,” ungkap Mateus Rabu (24/9/2025) hari ini.
Dalam upaya pemadaman, BPBD Kubar menurunkan empat unit mobil slip-on dan satu unit mobil water supply. Meski ada hambatan di lapangan, api akhirnya bisa dikendalikan.
Sejak beberapa hari terakhir, Kutai Barat memang rawan karhutla akibat cuaca panas dan tidak adanya hujan. “BPBD menerima empat laporan kebakaran hutan dan lahan pada tanggal 23 September. Ini harus jadi perhatian bersama karena sudah hampir sepekan hujan tidak turun,” jelas Mateus.
Masyarakat diminta agar lebih waspada dan tidak lalai saat membuka lahan, diminta membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas apabila melakukan pembakaran saat membuka ladang. Langkah ini dianggap penting mengingat sebagian besar karhutla di Kubar terjadi akibat aktivitas manusia.
Editor: Aspian Nur