Hal itu pun direspon cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar melalui Wakil Bupati Nanang Adriani yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Olah Bebaya di Kecamatan Melak Jumat (8/8/2025) hari ini.
Nanang meninjau kondisi pasar dan berdialog dengan pedagang dalam sidak tersebut dan salah diantara temuan utama adalah kenaikan harga bawang merah yang dijual bervariasi antara Rp60 Ribu hingga Rp65 Ribu per kilogram.
“Dari keterangan pedagang memang ada kenaikan, tapi itu karena dari pemasoknya juga sudah mahal, bukan karena barang langka. Stok tetap tersedia, hanya harga saja yang fluktuatif,” jelas Nanang Kepada Korankaltim.com disela sidak.
Untuk komoditas lain seperti cabai, ia memastikan harga masih stabil dan tidak menunjukkan gejolak berarti. “Cabai relatif normal. Secara umum kondisi pasar masih terkendali, masyarakat tetap bisa belanja seperti biasa,” jelasnya.
Kutai Barat juga disebut sebagai daerah yang masuk kategori rentan rawan pangan oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kalimantan Timur (DPTPH Kaltim) bersama Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).
Penetapan ini dilakukan karena sejumlah wilayah di Kaltim sedang mengalami musim kemarau, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada produksi pertanian dan distribusi bahan pangan.
Menanggapi hal tersebut Nanang menegaskan kondisi di Bumi Tanaa Purai Ngeriman saat ini masih stabil, hanya saja perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini.
“Kita tentu tidak menginginkan krisis pangan, tapi isu ini menjadi pengingat. Pemerintah daerah siap melakukan langkah antisipasi, termasuk operasi pasar atau mendorong peningkatan produksi petani lokal,” tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi fluktuasi harga. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan pasar secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.
Editor: Aspian Nur