Sesampainya di Melak, kepada Bupati Kubar Frederick Edwin, Gubernur Harum mengaku merasakan jalan dari Kukar ke Kubar, masih banyak yang rusak dan berlubang.
Gubernur Harum lalu mendapat penjelasan Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda bahwa anggaran pemeliharaan untuk jalan nasional tersebut banyak yang diblokir.
"Ternyata, dananya sebagian diblokir. Saya akan berjuang agar dana (APBN untuk ruas jalan Kukar-Kubar yang diblokir pusat) segera dibuka," kata Gubernur Harum.
Ia lalu mengungkapkan, 26 Juni mendatang akan bertemu dengan Menteri PUPR Dody Hanggodo untuk memperjuangkan agar anggaran yang diblokir bisa segera dibuka dan segera digunakan.
Pemeliharaan dan peningkatan ruas jalan itu akan membuat jalur tersebut lebih mulus dan nyaman dilalui. "Sebagai pendukung, saya perlu data, baik dari Pemkab Kubar maupun Pemprov Kaltim," pinta Gubernur.
Gubernur Harum mengaku sepanjang perjalanan, tidak kurang ia melihat 10 truk pengangkut alat berat. Menurutnya, ini salah satu yang banyak menyebabkan kerusakan jalan.
Pasalnya, untuk jenis PC 210 saja, beratnya bisa mencapai 21 ton. Ditambah long bed sekitar 20 ton, jadi total beban hingga 40 ton. "Pasti ga kuat jalan kita. Pasti hancur lama-lama," kritik Gubernur.
Sebab itu Gubernur Harum minta agar dilakukan koordinasi antara Dinas Perhubungan Kutai Barat dan Pemprov Kaltim. Gubernur menyarankan agar segera dibuat jembatan timbang.
Sedangkan untuk angkutan sawit, Gubernur Harum bisa memaklumi karena menyerap tenaga kerja sangat besar. Mengurangi pengangguran dan ekonomi berputar. Tapi, hanya untuk truk pengangkut 5, 6 hingga 7 ton saja. "Tapi jangan pakai mobil 10 ton, karena muatnya pasti 16 ton," pesan Gubernur.
Karena itu, Gubernur Harum akan berjuang ke BBPJN agar pembangunan jalan Kukar-Kubar tidak menggunakan aspal, tapi cor beton.
"Kalau kanan kiri banjir, pakai aspal jadi kerupuk aspalnya. Saya sengaja lewat darat, sebab kalau lewat udara tidak ada yang bisa dilihat," tutup Gubernur Harum.
Total anggaran yang tersedia untuk sejumlah kegiatan tersebut sebesar Rp41,5 miliar. Sementara terdapat sejumlah dana yang masih terblokir sebesar Rp129 miliar.
Sedangkan untuk program multi years contract (MYC) Agustus 2025-Agustus 2027, Kementerian PUPR akan menyiapkan anggaran sebesar Rp425,8 miliar untuk peningkatan jalan Kukar-Kubar. Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Gubernur Harum memilih mengemudikan sendiri kendaraan dinas KT 1 mulai dari Simpang 3 Resak hingga Melak.
Dalam kunjungan ini, Gubernur didampingi istri tercinta yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum. Tampak juga Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud dan sejumlah kepala OPD Pemprov Kaltim. (*/sul/ky)