Utamanya sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut. Menurutnya, desa ini memiliki kekayaan alam dan budaya yang patut dikembangkan sebagai percontohan desa-desa wisata lainnya yang ada di Mahulu.
Hiyang menyampaikan pada saat menyambut Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik beberapa waktu lalu dalam kegiatan welcome dinner diadakan di Batu Majang, yang menandakan pentingnya desa tersebut dalam pariwisata daerah.
“Ke depan, Batu Majang akan ditetapkan sebagai desa wisata. Kami ingin fokus di satu tempat dulu, agar menjadi contoh bagi kampung lain,” ujarnya, Selasa (1/10/2024).
Batu Majang, yang dikenal dengan sektor budaya dan alamnya, juga memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi kreatif (ekraf). Ia menjelaskan bahwa ekraf di sana otomatis berkembang, terutama dengan produk-produk handmade yang sering kali memiliki harga tinggi.
"Jadi kami juga sempat memberikan pelatihan bagaimana cara mempromosikan produk dan menekan biaya produksi agar lebih terjangkau," tambahnya.
Terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, HPI dan Dinas Pariwisata Kabupaten Mahakam Ulu terus berkolaborasi untuk mempersiapkan para pramuwisata lokal.
"Saat ini, baru sekitar enam orang pramuwisata yang tersertifikasi. Namun, kami sudah mempersiapkan pelatihan sertifikasi untuk pramuwisata pemula tahun depan, dengan dukungan anggaran dari Dinas Pariwisata Provinsi dan pemerintah daerah," jelasnya.
Selain itu HPI juga telah membentuk tour guide di lima kecamatan, dan berharap ke depannya mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menyambut wisatawan, terutama dalam acara besar seperti Festival Hudoq Pekayang yang akan berlangsung bulan Oktober nanti.
"Kami siapkan mereka agar ketika wisatawan datang ke Mahulu, mereka yang menjadi wajah depan kita," tutupnya.
Editor: Supiansyah