Banyak pembangunan yang harus dibenahi di Mahulu dan kondisi itu akan disuarakan Akmal kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada saat orang nomor satu di Indonesia itu berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) bulan depan.
Sejatinya saat Joko Widodo berkunjung ke Kabupaten Kutai Barat beberapa waktu lalu dirinya sangat ingin orang nomor satu di Tanah Air itu bisa berkunjung ke Mahulu, namun karena kondisi saat itu yang tidak memungkinkan akhirnya niat itu pun terurung.
Setelah dirinya datang ke kabupaten yang dominan menggunakan jalur sungai itu membuat dirinya semakin teguh untuk menyampaikan apa yang saat ini diperlukan masyarakat Mahulu karena Pemprov Kaltim dengan pemerintah pusat berkomitmen membangun daerah-daerah yang berada di pinggiran.
“Presiden akan datang ke IKN (Ibu Kota Nusantara) tanggal 8 Februari nanti, saya akan membisiki beliau ada salam hormat dari masyarakat Mahulu,” kata Akmal kepada Korankaltim.com saat berkunjung ke Mahulu akhir pecan tadi.
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh mengatakan di usia Mahulu yang sudah 10 tahun capaian pembangunannya memang baru sedikit, baik dari segi pembangunan infrastruktur pemerintah, jalan, serta lingkungan sangat butuh pemantapan berikutnya. “Mungkin baru 10 persen. Banyak lagi puluhan, infrastruktur pemerintah dan OPD yang belum punya kantor, perlu penambahan pembangunan," kata Boni.
Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun berharap kehadiran Pj Gubernur Kaltim dapat membuat wawasannya lebih terbuka terhadap percepatan arah pembangunan di Mahulu.
"Contohnya saat menuju kantor permanen dan semi permanen harus bersusah payah karena gedung saja yang mewah tapi jalan menuju gedungnya saja belum," kata Avun
Editor: Aspian Nur