Akibatnya, salah satu pedagang durian di kampung Rukun Damai, Kecamatan Long Bagun Martinus harus menunggu antrean speed boad yang mudik sejak pukul 11.00 WITAi tadi dari pelabuhan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
"Saya mau kirim durian ke pembeli saya di Ujoh Bilang pakai speed tapi sampai sekarang tidak ada speed yang mau terima," imbuhnya.
Dia mengaku dirinya sudah menunggu speed boad yang menuju Ujoh Bilang di jamban miliknya itu selama empat jam, namun penolakan terus terjadi saat dirinya melambaikan tangan kepada 10 speed yang lewat.
Dari 10 speed boad yang membawa penumpang dan barang itu memang terlihat penuh sehingga tidak ada speed boad yang menerima kiriman dua karung duriannya itu sampai speed ke 10.
"Penuh memang speednya, barang-barang sampai ke atas. Apalagi yang speed pertama di jam satu siang tadi penuh bukan main," katanya kepada Korankaltim.com.
Dia mengaku hal ini sering kali terjadi setelah hari - hari besar, karena dia menilai penumpang yang mudik bisa saja baru pulang libur nataru dan bisa-bisa saja menyempatkan waktu di hari minggu seperti ini untuk pulang ke kampung halaman.
"Saya pikirnya begitu, tapi sempat tadi speed ke sembilan ambil satu penumpang, anak sekolah. Itu pun saya tanya mereka bilang tunggu speed yang belakangan saja, dan sekarang belum ada lagi speed yang mudik," jelasnya.
Terpisah, salah satu anak sekolah atau penumpang speed boad dari kampung yang sama Memey mengaku bahwa dirinya sudah menunggu sejak siang tadi namun dirinya memang sengaja untuk mengambil kloter speed yang mudik di pukul 14.00 WITA ke atas.
Hal itu dilakukannya karena menurut pantauan dirinya akan speed-speed yang sudah mudik sejak pukul 13.00 WITA siang tadi ramai didominasi penumpang dari arah Kubar.
"Penuh-penuh speednya, jadi ibu (orang tuanya) saya bilang tunggu speed yang agak kosong dulu," tutupnya.
Editor : Maruly Z