Keputusan ini diambil dengan tujuan memantau lebih dekat bakat-bakat atlet sepak bola lokal. "Bupati Cup ini sejatinya merupakan ajang antar kecamatan, sebuah pesta sepak bola bagi Kutai Barat," ujarnya saat ditemui di Stadion Swalas Gunaaq, pada Kamis (21/12/2023).
Meski demikian dia menjelaskan, setiap tim diizinkan merekrut pemain dari luar kecamatan mereka, dengan syarat pemain tersebut memiliki status sebagai warga Kubar. "Kita tau bahwa Kubar memiliki klub sepak bola PersiKubar yang berlaga di Liga 3. Melalui keputusan ini, kami ingin memberikan dukungan pada klub ini memungkinkan pemantauan lebih intensif terhadap bakat-bakat potensial," tambahnya.
Turnamen sepak bola bupati cup yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh Pemkab Kubar kembali digelar pada 2023 setelah absen selama empat tahun akibat pandemi Covid-19.
Tobiyas menjelaskan antusiasme masyarakat Kubar terlihat dari partisipasi yang meningkat, terutama pada hari kelima turnamen. "Hari ini kita dapat menyaksikan sendiri berapa banyak yang hadir. Ini baru hari kelima, dan tidak kebetulan bahwa dua tim yang bertanding hari ini merupakan favorit dan memiliki rivalitas yang kuat," ungkapnya.
Editor: Maruly Z