Kapolres Kubar, AKBP Heri Rusyaman mengatakan, dari jumlah tersebut, sekitar 200 personel akan fokus pada pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), sementara sisanya akan menjadi personel cadangan yang siap diterjunkan sesuai kebutuhan.
Pentingnya tahapan kampanye pada 28 November 2023 membuat intensitas pengamanan semakin meningkat. Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk saling menjaga di lingkungan masing-masing dan waspada terhadap berita hoaks."Kami mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Cek selalu kebenarannya dan hindari terjadinya konflik sosial," ungkap Kapolres.
Dalam upaya pengamanan, Polres Kubar mendapatkan dukungan dari Polda Kaltim dan telah memetakan daerah-daerah yang dianggap rawan konflik selama Pemilu 2024. Heri menekankan pentingnya mewaspadai politik identitas, penyebaran isu yang dapat memecah belah persatuan, serta penyebaran hoaks dan hate speech atau ujaran kebencian. Operasi Mantab Brata Mahakam 2024 akan mengutamakan tindakan preemtif dan preventif. "Anggota Polri netral dan berkomitmen untuk menjaga ketertiban masyarakat. Tugas utama kita adalah menjaga Kamtibmas," tambahnya.
Pengamanan TPS akan menggunakan skema yang disesuaikan dengan tingkat kerawanan, dengan personel Polri dan Linmas bekerja sama. Kapolres menegaskan bahwa pelayanan masyarakat di Polres maupun Polsek akan tetap berjalan normal, karena telah disiapkan personel cadangan untuk pengamanan di lapangan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Pemilu 2024 di Kubar dapat berjalan dengan aman, lancar, dan damai.
Editor: Maruly Z