
TMMD di wiltas tahun 2023 ini mengusung tema Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat semakin kuat, hadir dengan kegiatan fisik dan non fisik.
Sekitar 150 personel yang berasal dari Kodim 0912/Kubar dan personel dari Yonif 611/ Awang Long turun ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik tersebut.

Sebagai wujud pengabdian yang tulus kepada Tanah Air dan bangsa, para prajurit dengan penuh semangat dan tekad baja telah mempersiapkan diri untuk berangkat menuju tempat pelaksanaan TMMD 116 di wilayah perbatasan Kampung Laham, Mahulu.
Mereka diamanahkan melaksanakan kegiatan TMMD selama 30 hari, itu artinya kurang lebih selama sebulan para anggota rela meninggalkan anak istri keluarga di rumahnya demi melaksanakan tugas membangun desa bersama rakyat dengan tujuan terciptanya pemerataan pembangunan dan tumbuhnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Koordinator Satgas TMMD ke-116 Kapten Arm Sutrisno mengatakan, keluarga memang sangat penting bagi personel TNI namun melaksanakan tugas untuk kepentingan rakyat jauh lebih mulia serta dibutuhkan pengorbanan untuk mencapai tujuan sesuai dengan perintah yang telah diberikan.
"Alhamdulillah walaupun tidak bisa bersama keluarga setiap hari, disini kami bisa menjalin kebersamaan dengan masyarakat laham yang juga sudah seperti keluarga sendiri,” kata Sutrisno kepada Korankaltim.com Rabu (7/6/2023).
Kata perwira TNI ini, sesuai dengan perintah dari pimpinan untuk melaksanakan program TMMD ke 116 tahun 2023, maka tidak ada kata lain selain siap dan ikhlas dalam melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat khususnya di Kampung Laham.
"Kami hadir menjalankan perintah sekaligus tugas mulia sebagai abdi masyarakat. Dengan penuh keikhlasan kami sebagai prajurit meninggalkan keluarga untuk masyarakat," jelas Sutrisno lagi.
Rasa rindu dengan keluarga terobati hanya melalui sambungan telepon, walaupun tak bisa setiap saat, sebab untuk berbicara melalui telepon personel satgas harus mencari spot yang terjangkau sinyal telekomunikasi.
Belum lagi terkendala masalah suplai listrik yang terbatas, dimana Kampung Laham masih menggunakan pembangkit Listrik tenaga Diesel milik Kampung, yang hanya menyala mulai pukul 18.00 wita hingga pukul 00.00 wita setiap harinya.
Demikian juga dengan personel satgas lainnya, di antaranya Kopda Amat yang bertugas sebagai dokumentasi dan menyiapkan material kegiatan TMMD mengaku lebih sebulan semenjak kegiatan pra TMMD belum pernah pulang.
"Kalau ditanya, ya pastilah rindu dengan keluarga, namun sebagai seorang prajurit kami lebih mengutamakan kepentingan rakyat, itu lebih penting," kata Amat.
“Melalui kegiatan TMMD ini kami juga memiliki keluarga baru di Kampung Laham, melalui keakraban ini rindu akan keluarga bisa sedikit terobati,” ucapnya. (adv)