Video tersebut, menarasikan Satreskrim Polres Kutai Barat (Kubar) menggerebek sebuah lokasi yang diduga tambang ilegal di Kampung Bentas Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kaltim, pada Sabtu (6/05/2023) lalu.
Video yang sudah beredar tersebut, belum diketahui siapa yang merekam dan pertama kali menyebarkannya. Namun, dari informasi yang beredar, disebutkan ada 6 orang bersama alat berat telah diamankan dalam penggerebekan tersebut. Untuk itu, awak media mencoba mengonfirmasi terkait kebenaran video tersebut namun belum berhasil.
Dari video berdurasi 27 detik yang diunggah sehari lalu oleh salah satu akun tiktok @alfiansyah761 memperlihatkan situasi saat penggerebekan oleh polisi lokasi tempat kejadian.
Dari keterangan video yang beredar, ditulis @alfiansyah761 (Koridor vs Sawit lokasi Kampung Bentas, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, Ayo viralkan semoga cepat diproses.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Polres Kutai Barat, terkait video penggerebekan tersebut. Namun demikian, media ini mendapatkan informasi dari Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP Asriadi Jafar.
Ia mengonfirmasi bahwa benar, pihaknya telah melakukan penghentian aktivitas tambang batu bara ilegal di Kampung Bentas, Kecamatan Siluq Ngurai, Sabtu (6/5/2023) lalu.
“Ya para pelaku sudah kami amankan beserta barang buktinya, jumlah pelaku yang diamankan ada 5 orang bukan 6 orang," jelasnya, Selasa (9/5/2023).
Sayang, saat ditanya mengenai peran masing-masing pelaku, ia belum mau membeber. “Kasus ini masih kita dalami dan peranan pelaku juga masih kita cari keterangannya,” kata Asriadi.
Adapun penahanan para pekerja tambang diduga ilegal tersebut berawal dari laporan dari salah satu perusahaan sawit pemilik lahan yang ditambang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, bahwa pergerakan penambangan ilegal itu diduga menyerobot lahan milik perusahaan sawit tersebut, dengan tanpa hak maupun izin.
Polisi membentangkan “police line” ke alat berat yang diduga dipakai sebagai menambah di areal lokasi tersebut. Disinggung soal siapa bos yang memerintah para pekerja yang diamankan, polisi masih enggan berkomentar banyak. “Masih kita dalami, jadi tunggu saja rilis selanjutnya,” pungkas Asriadi.
Editor: Rusdianto