Pondasi atau dasar jalan yang tepat berada di pinggir Sungai Mahakam tersebut menyisakan jalan semenisasi dengan ketebalan 20 sentimeter dengan lebar 6 meter.
Sekitar 20 meter jalan di kawasan tersebut longsor dan tanah tanah pondasi ambruk selebar jalan semenisasi tersebut.
Abrasi yang terus menerus terjadi membuat hal itu terjadi. "Khawatir juga kalau melintas, karena takut tiba-tiba jalannya ambruk. Tersisa semenisasi, sementara bagian dasar jalan sudah longsor," ungkap Markus, karyawan swasta yang sehari melintas melewati jalur tersebut kepada Korankaltim.com Selasa (24/04/2023) hari ini.
Beberapa waktu lalu kondisi jalan di Kampung Empakuq belum separah saat ini karena pemerintah kampung setempat cepat tanggap dengan memasang tanda dan dipagari agar tidak di lewati kendaraan agar kerusakan tidak semakin parah.
Tuti, pengendara motor dari Melak yang melintas menuju Kampung Muara Bunyut mengaku kaget dan takut saat melewati jalan tersebut.
"Saya kaget dan takut waktu melintas, saya sengaja gas yang kencang takut pas lewat jalannya ambruk," ujar Tuti
Ruas jalan darat ini merupakan akses terdekat warga dari Kampung Empakuq dan Kampung Bunyut menuju ke Melak. Selain ruas jalan ini ada juga jalan melewati Kampung Empas namun lebih jauh ketimbang jalan yang ada.
Saat ini di titik ruas jalan yang rawan longsor tersebut telah di pasangkan tanda berupa pagar dan pita,oleh warga Empakuq dan telah di pasang banner pemberitahuan oleh Dinas Perhubungan Kutai Barat agar masyarakat yang melintas mengetahui dan waspada saat melintas ruas jalan tersebut.
Editor: Aspian Nur