Sepuluh kampung yang terendam itu, yakni Damai Kota, Damai Seberang, Muara Nyahing, Mantar, Kelian, Lumpat Dahuq, Sempatn, Bermai, Mendika, dan Besiq. Kampung-kampung ini terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedang Pahu dan anak sungai Kedang Pahu.
“Curah hujan cukup tinggi beberapa hari lalu menyebabkan banjir, beberapa rumah teredam termasuk sekolah, asrama kepolisian, dan fasilitas umum lainnya,” jelas Rudi, warga Damai Kota, Selasa (4/4/2023).
Kondisi ini cukup menyulitkan masyarakat dalam beraktivitas karena arus air yang cukup deras, sehingga masyarakat harus berhati-hati apabila berkegiatan di luar rumah.
Selain itu, banjir di beberapa titik tersebut dengan ketinggian air mencapai di atas 50 centimeter, berakibat warga terdampak kesulitan dalam mendapatkan air bersih untuk keperluan rumah tangga.
“Banjir ini cukup berdampak bagi kami, karena aktivitas perekonomian ikut terdampak, anak- anak tidak bisa sekolah, selain itu dari segi kesehatan juga sangat berdampak. Kami berharap bantuan dari pemerintah, terutama bahan makanan dan air bersih,” harap Rudi.
Editor: Koran Kaltim