"Lahan Kebun saya oleh perusahaan dibuatkan jalan hauling, tanpa pemberitahuan dan persetujuan saya," ungkap Yovinus salah satu warga yang merasa lahan miliknya di serobot perusahaan.
"Ada 2.500 meter persegi lahan kebun durian, oleh perusahan tambang dijadikan jalan hauling," tambahnya, Jumat 16/12/2022.
Lagi kata dia, tidak ada informasi apapun disampaikan oleh pihak perusahaan kepadanya, namun ketika awal tahun 2022, bermaksud melihat kebun durian, setiba di lokasi kebunnya sudah dibuka untuk jalan perusahaan.
Tidak hanya lahan miliknya sendiri, ada puluhan warga yang mengalami nasib serupa. lahan di gusur tanpa izin. Merasa lahan kebunnya di serobot, Yovinus dan warga lainnya, mencoba menemui pihak perusahaan dan melakukan cek lokasi.
Dua kali di lakukan pengecekan dengan melibatkan staf Pemerintahan Kampung, bersama pihak pihak yang berbatas langsung dengan lokasi yang di gusur, serta bersama perwakikan perusahaan.
Dari penuturan Yovinus, pihak perusahaan mengakui lahan yang dibuatkan jalan hauling adalah lahan yang mereka berikan tali asih kepada warga. Tapi, warga yang memiliki lahan yang sudah diberi tali asih, menolak mengakui lokasi yang digusur milik mereka.
Karena lahan milik mereka tepat berada di sebelah lahan yang sudah digusur dibuatkan jalan. Jadi lahan yang sudah di buatkan jalan hauling bukan lahan warga yang sudah di berikan tali asih.
Upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan, telah coba dilakukan awak redaksi Korankaltim.com. Namun, hingga berita ini ditulis media ini belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak perusahaan.
Penulis: Sunardi
Editor: Rusdi