Joshua, seorang ABK yang selamat, sebelum kapal tenggelam ada ada empat ABK sedang memperbaiki mesin di ruang mesin. Ketika mesin selesai diperbaiki dan coba di-running, Joshua naik ke atas dan melihat air sudah memenuhi bagian dalam kapal
"Begitu melihat banyak air, saya segera berteriak memberitahu teman - teman di bawah, sambil mencoba mengambil pompa air celup," kata Joshua kepada Korankaltim.com Senin (21/11/2022) hari ini.
Kapten kapal yang mendengar teriakan Joshua bertanya ada apa dan kemudian mencoba menghidupkan mesin kapal, mengerakkan kapal ke arah kiri, tiba-tiba kapal langsung terbalik dalam hitungan detik.
Lima ABK berhasil menyelamatkan diri, sedangkan kapten kapal dan juru mudi terjebak dalam tug boat yang terbalik.
Proses evakuasi terus di lakukan sejak dilaporkan tenggelam, berbagai upaya dilakukan diantaranya dengan menggunakan alat berat tiga unit excavator namun tidak berhasil mengangkat kapal tersebut.
Kapolres Kutai Barat AKBP Heri Rusyaman dikonfirmasi terpisah menjelaskan peristiwa tersebut dimana tug boat Bahar 79 diketahui membawa kernel atau hasil dari PT Keruing dan sementara dugaan tenggelam karena adanya kebocoran di lambung kapal.
"Proses evakuasi ABK yang diduga terjebak di dalam tug boat terus kami upayakan untuk dievakuasi," ungkap Heri Rusyaman. "Kami berharap proses evakuasi berjalan lancar, semoga korban yang terjebak dalam keadaan selamat," imbuhnya saat di temui di lokasi Kejadian.
Petugas gabungan yang mencoba mencari ABK dan kapten kapal yang terjebak terpaksa mengambil langkah alternatif melubangi bagian bawah tug boat untuk mencoba mengevakusi keduanya yang terjebak.
Hingga berita ini di turunkan proses evakuasi terus di lakukan dengan mencoba memompa air dari dalam tug boat untuk mengurangi volume air di dalam, sehingga tim penyelamat bisa masuk.
Hingga pukul 11.00 WITA siang tadi satu orang yang terjebak masih bisa menjawab panggilan petugas gabungan.
Penulis: Sunardi
Editor: Aspian Nur