Petinggi Kampung Ombau Asa Petrus membenarkan kabar di temukannya Hendra ini kepada Korankaltim.com siang tadi.
“Dia ditemukan sedang istirahat di depan rumah di kawasan Pasar Jaras Barong Tongkok karena tidak kuat lagi berjalan. Kebetulan pemilik rumah adalah anggota BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kutai Barat yang kebetulan juga terlibat dalam usaha pencarian Hendra," ujar Petrus.
Diceritakan Petrus, kronologis hilangnya Hendra sejak pukul 19.00 WITA atau jam tujuh malam. Sebelumnya pada sore hari Hendra masih berkumpul dengan teman-temannya di lapangan sepakbola Kampung Ombau Asa.
Setelah berkumpul pemuda yang rambutnya dicat pirang itu menuju kawasan air terjun kawasan Jantur dan dari keterangan Hendra dirinya Bersama teman-temannya minum minuman keras jenis tuak di Kawasan tersebut.
Jam tujuh malam Hendra diajak pulang tapi pikirannya blank alias kosong. Hendra tidak ingat apa-apa lagi dan tidak tahu kemana arah jalan yang harus ditempuhnya.
Saat sadar, Hendra mendapati dirinya berada di hutan yang tidak diketahui persisnya di daerah mana tapi Hendra masih mendengar suara kendaraan dan mengumpulkan tenaga berjalan menuju ke arah dari mana suara kendaraan berasal yang ternyata adalah Pasar Jaras.
Setelah menyadari dirinya ada di pasar, Hendra mencoba berjalan menuju Kampung Ombau Asa, namun karena kondisinya yang lemah dan mengalami luka, Hendra memutuskan istirahat di depan sebuah rumah yang berada di kawasan tersebut sampai akhirnya ditemukan.
"Sekujur tubuh, kaki dan tangan Hendra mengalami luka terkena duri tumbuhan saat berjalan di hutan, kaki tangannya juga bengkak akibat luka. Dia Cuma mengenakan celana pendek sejak hilang hari Sabtu itu.," papar Petrus
Setelah ditemukan Hendra langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis dan harus digendong karena tak bisa berjalan karena luka-luka di kakinya. Setelah ditangani dan diberikan obat Hendra dibawa pulang keluarganya.
Kabar ditemukan Hendra dalam keadaan selamat Ini cukup melegakan semua pihak karena dalam proses pencarian tidak hanya melibatkan keluarga, warga Ombau, BPBD Kutai Barat, polisi, ada juga tokoh masyarakat, beberapa petinggi kampung terutama kampung yang berada di Sempekat Rumpun Asa ( SRA).
Penulis : Sunardi
Editor: Aspian Nur