Diketahui untuk target sasaran pelayanan skrining untuk tahun 2022 tetap yaitu 96.646 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Ritawati Sinaga melalui Kepala Seksi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular ( P2PTM), Dona Trisna mengatakan kegiatan ini dilakukan dengan sistem jemput bola.
"Selain sekolah dan masyarakat umum kita fokuskan pemeriksaan ke pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD)" jelasnya.
Skrining kesehatan ke OPD sudah dijadwalkan namun masih menunggu kesiapan OPD.
Hal ini berkaitan dengan persiapan alat kita dan pihak OPD telah mengirimkan berapa jumlah pegawai yang mau diperiksa.
"Kegiatan ini akan terus diupayakan bulan Desember tahun 2022. Selesai di laksanakan walaupun kita ada keterbatasan tenaga mengingat sasarannya cukup banyak. Tenaga kesehatan di Puskesmas banyak yang double job, jadi mereka berbagi pekerjaan," ujarnya.
Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan. Banyak di antara masyarakat yang menolak memeriksakan diri kalau tidak sedang sakit. "Padahal setelah skrining kita bisa mengetahui secara dini kesehatan kita apakah kita betul-betul sehat atau kah sudah mengidap penyakit yang tidak kita ketahui," ujarnya.
Penulis: Sunardi
Editor: Supiansyah