Pihak perusahaan tambang yang beroperasi disekitar lokasi tersebut memberikan jalur alternatif bagi warga yang ingin melintas. Hanya saja, harus melewati jalan perusahaan dan terkadang harus berpapasan dengan unit truk perusahaan yang tentu saja berisiko cukup tinggi. Tak hanya itu, jalur alternatif ini juga harus memutar sehingga menambah jauh jarak tempuh.
Namun, bagi pengendara sepeda motor tampaknya tak perlu khawatir untuk menerjang banjir. Pengendara sepeda motor bisa menggunakan jasa penyeberangan menggunakan sampan yang disediakan warga setempat di lokasi banjir, dan membayar jasa Rp20 ribu sekali menyeberang.
"Sekali menyeberang kita harus bayar Rp20 ribu, tapi mau bagaimana lagi, karena tidak mungkin kita dorong motor lewati banjir," ungkap Nur, salah seorang warga yang melintas dari Barong Tongkok menuju Kampung Lotaq, Kecamatan Muara Lawa.
"Sebenarnya lumayan tinggi tarifnya, cobalah bisa turun sedikit Rp10 ribu lah. Kita harus menambah dana ekstra untuk menyeberang, pergi- pulang sudah Rp40 ribu, itu sangat berat bagi kita orang susah ini," tambah Nur.
Hal senada juga dikeluhkan Heru warga lainnya yang mengatakan, sudah harga BBM naik, ditambah lagi pengeluaran untuk biaya menyeberangi banjir.
"Untuk penyeberangan ini kami harapkan pihak perusahaan bisa membantu kami, karena ini bukan karena bencana alam,namun lebih ke kelalaian perusahaan," kata Heru.
Seorang pria bernama Ryan dari Melak bercerita pada Rabu (7/9/2022) ia terlanjur menyanggupi mengantar barang ke Muara Lawa dengan biaya Rp50 ribu, namun tak disangkanya harus melewati banjir.
"Lewat sini harus bayar biaya penyeberangan, total pergi- pulang Rp40 ribu, sisa Rp10 ribu,tak cukup buat beli 1 liter pertalite buat motor saya,bukannya untung, malah merugi," keluhnya.
Pihak perusahan setempat sendiri telah berusaha menurunkan ketinggian air dengan mengoperasikan empat unit pompa air besar dan rencananya akan di tambah dua unit lagi.
Penulis : Sunardi
Editor: Maruly Zainuddin
Yuk Tonton Videonya Wall.....