Tim dari BPBD Kubar yang beranggotakan sekitar 10 orang ini membawa berbagai peralatan proses pencarian dan juga satu unit rubber boat (perahu karet). Namun hingga sore hari, belum ada didapat informasi lebih lanjut mengenai hasil proses pencarian korban tenggelam ini.
"Tim sudah sampai di sana dan masih melakukan pencarian. Tapi belum ada informasi lagi, karena jaringan juga sulit di sana," jelasnya.
Belum diketahui secara pasti kronologis kejadian yang diduga menyebabkan tenggelamnya warga Kampung Tanjung Pagar ini. Sebab, petinggi kampung dan juga Polsek setempat belum bisa tersambung saat dihubungi melalui telepon seluler karena sulitnya jaringan telekomunikasi di wilayah itu.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, korban yang diduga tenggelam ini bernama Aryo (23) yang pada saat itu berada di dalam sebuah jamban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat Aryo (23) sedang pergi ke sebuah jamban untuk buang air besar (BAB) sekitar pukul 9.30 wita. Namun, korban tidak ada keluar dari jamban hingga sekitar 40 menit lamanya.
Oleh karenanya beberapa warga pun mendekati jamban tersebut dan memanggil korban. Karena tidak ada jawaban, maka pintu jamban pun dibuka paksa dan korban tidak ada di dalam. Lantai dasar jamban pun terlihat patah dan korban diduga tenggelam.
"Informasi yang kita terima juga seperti itu. Oleh karenanya kita langsung mengerahkan tim ke sana. Belum ada informasi lebih lanjut lagi. Tetapi, upaya pencarian tetap dilakukan untuk mencari korban yang diduga tenggelam ini," tutup Erwin.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Supiansyah