Diharapkan bisa turut diperhatikan serta didukung oleh seluruh Perangkat Daerah (PD) di Kabupaten Kubar. Terutama terkait dengan kegiatan-kegiatan yang nantinya dilakukan oleh PD agar bisa mewujudkan pengurangan dan penurunan emisi karbon di Kaltim dan secara khusus di Kubar.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan program pengurangan dan penurunan emisi karbon di Kaltim bisa berjalan dengan lancar. Apalagi program ini sudah direncanakan sejak tahun 2016 sampai tahun 2020. Pada tahun 2020 sampai 2024 ini mulai dengan kegiatan pengimplementasiannya," ungkap Plt Assisten II Setdakab Kubar, Nopandel.
Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini lebih kepada kegiatan untuk melindungi hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia. Sehingga sangat penting bagi seluruh pihak untuk bersinergi dalam kegiatan program tersebut. Baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, masyarakat dan juga pihak-pihak swasta. Selain nantinya juga akan mendapatkan kompensasi dari Bank Dunia atas upaya pengurangan dan penurunan emisi karbon.
"Salah satu yang dibahas dalam sosialisasi ini yakni kegiatan dalam pengurangan dan penurunan emisi karbon di pengelolaan kawasan hutan gambut. Untuk di Kubar sendiri memang ada beberapa lahan gambut meskipun tidak banyak dan karakteristiknya tidak seperti daerah lain," terangnya.
Oleh karenanya, emisi karbon yang dihasilkan karena terbakar atau dibakarnya lahan gambut ini yang diupayakan untuk dicegah dan dikurangi melalui kegiatan sosialisasi yang mulai gencar dilaksanakan.
Sehingga, program FCPF-CF yang sudah direncanakan sejak tahun 2016 ini bisa terlaksana dan juga bisa menyelamatkan hutan sebagai paru-paru dunia. Khususnya di pulau Kalimantan yang saat ini masih memiliki banyak kawasan hutan dan perlu untuk di jaga serta dilestarikan.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Bambang Irawan