Ramainya penumpang ini berlangsung sejak 24 Mei lalu karena hampir tidak ada sama sekali penumpang yang berangkat ke Mahulu pada saat masa tutup. “Paling barang saja yang masuk ke Mahulu.” kata motoris speedboat bernama Yung Rabu (25/5/2021) kemarin.
Periode itu, pendapatan pria yang telah menjadi motoris speedboat sejak 1996 ini berkurang selama masa tutup ketat. Disebutkannya, pendapatannya berkurang terhitung sejak 3-9 Mei 2021, dan tutup total terhitung sejak 10-23 Mei 2021.
Motoris yang dibayar secara sistem sewa dalam satu hari pemberangkatan oleh pemilik speed boat, pendapatannya bisa mendapat Rp1 juta dalam sekali pemberangkatan. Ketika Pemkab Mahulu menerapkan masa tutup, penghasilannya tak lagi sebesar itu dan diakuinya kondisi tersebut lumayan berat. Namun kondisi tersebut menjadi maklum demi menjaga kesehatan bersama.
“Mudik 500 ribu rupiah balik lagi 500 ribu rupiah, pergi pulang jadi sejuta. Tapi anak buah, soal bahan bakar, tidak perlu tahu,” ungkapnya.
Menurut instruksi Bupati Mahakam Ulu 4/2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pengaturan Akses Keluar Masuk Wilayah Mahulu, maka masa buka akan berakhir 30 Mei 2021.
Poin kesatu dalam Ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro sebagaimana tercantum Instruksi Bupati 2/2021 diperpanjang pelaksanaanya hingga waktu yang tidak ditentukan, sampai terbentuknya Herd Immunity terhadap Covid-19 dalam masyarakat di Wilayah Kabupaten Mahulu. Yung berharap situasi pandemi covid dapat segera kembali normal, “Biar penghasilan juga normal,” tutup Yung.
Penulis: */ Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur