Posko pengamanan yang didirikan sepanjang jalan poros Trans Kaltim pun tidak sampai menutup jalan. "Tidak benar itu, hoaks. Sudah dicek oleh jajaran disana," kata Irwan.
Camat Siluq Ngurai, Bartolomius Djukuw juga membenarkan pernyataan Kapolres Kubar tersebut.
Bartolomius menegaskan foto yang beredar tersebut tidak terjadi di wilayah Kecamatan Siluq Ngurai dan dipastikan hoaks.
"Memang Kecamatan Siluq Ngurai menjadi salah satu tempat didirikannya posko pengamanan tetapi tidak sampai menutup jalan seperti yang ada difoto yang beredar luas itu. Tadi kami juga sudah menggelar rapat bersama Kapolsek membahas kabar yang tidak benar, mungkin ada miskomunikasi saja," kata Bartolomius.
Fungsi pos pengamanan yang didirikan hanya untuk memeriksa protokol kesehatan khususnya dalam mematuhi larangan mudik Lebaran 2021 yang dikeluarkan pemerintah.
Pos pengamanan tersebut dibuat dibeberapa titik sepanjang jalan poros Trans Kaltim.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar, Ayonius juga mengatakan hal yang serupa. Dirinya memang sempat mendengar kabar dilakukannya penutupan jalan tersebut tapi dari pihak kecamatan pun sudah menyampaikan kejadian tersebut tidak terjadi di Kubar.
"Menyikapi instruksi Presiden RI dan juga gubernur, bupati juga mengeluarkan instruksi kepada pihak kecamatan untuk menjalankan aturan larangan mudik diwilayah masing-masing. Asalkan tujuannya baik, hal itu tidak jadi masalah. Tapi tidak sampai langsung menutup jalan," tegas Ayonius.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur