"Permasalahan jaringan internet memang hal yang paling utama di Kubar ini. Sehingga menjadi perhatian dari Disdikbud Kubar. Untuk itu sejak awal tahun lalu melalui APBD murni sudah kita upayakan pengadaan antena penguat jaringan/sinyal untuk beberapa daerah yang termasuk area blank spot," kata Kepala Disdikbud Kubar, Silvanus Ngampun, Jumat (27/11).
Jumlah pengadaan antena penguat sinyal tersebut sekarang ini berjumlah 18 buah yang ditempatkan di beberapa sekolah di daerah yang sulit mendapatkan jaringan. Namun untuk pembelajaran selama pandemi, tidak selalu menggunakan metode daring. Tetapi juga menggunakan metode luring berupa tugas-tugas yang bisa diambil di sekolah.
"Tidak semua daerah menggunakan metode daring, metode luring juga tetap dilaksanakan. Sebab tidak semua peserta didik maupun orang tuanya mempunyai handphone untuk memudahkan pembelajaran. Sehingga pembelajaran tetap terus berjalan meski dalam kondisi pandemi," tambahnya.
Harapannya adalah kondisi pandemi ini bisa segera berakhir dan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Walaupun rencananya pada awal tahun 2021 akan dilaksanakan kembali pembelajaran tatap muka.
Namun harus dilakukan evaluasi terlebih dahulu oleh pemerintah daerah kabupaten Kubar melalui Disdikbud Kubar untuk bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka ini. Apakah bisa memenuhi syarat dan siap menjalankan pembelajaran tatap muka dengan mengedepankan protokol kesehatan.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Bambang Irawan