Dari catatan pihaknya, kini terdapat lebih dari 2.000 hektare lahan pertanian di Kubar. Namun, beberapa di antaranya tergolong belum optimal. Sehingga dalam 5 tahun kedepan minimal 1.000 hektar bisa dioptimalkan dan juga dilakukan perluasan baik di bidang pertanian maupun perkebunan.
"Khususnya untuk sektor pertanian, lahan sawah yang baru teririgasi sekitar 500 hektare, kemudian yang non irigasi sekitar 1.476 hektare. Dan untuk jumlah total keseluruhan sawah potensial untuk di Kubar ini mencapai 7.349 hektare dengan lahan sawah potensial untuk irigasi sekitar 5.000 hektare," terangnya.
Tiap tahun, kata Petrus sektor tersebut juga dilakukan perluasan dan juga optimalisasi. Namun karena kondisi Pandemi ini maka kegiatan tersebut tidak bisa begitu maksimal dilakukan. "Kurang lebih hanya sekitar 50-100 hektare saja," tambahnya.
Adapun lahan pertanian yang sekarang sudah berjalan dan cukup berhasil dikelola oleh para kelompok tani ini berlokasi di Kecamatan Linggang Bigung dan Kecamatan Barong Tongkok. Yakni lahan persawahan di Rapak Oros dan di Geleo.
"Bukan berarti di wilayah lain tidak ada, tetap ada juga seperti di Kampung Jengan Danum dan Kampung Besiq Kecamatan Damai, Kampung Gusik Kecamatan Bongan, dan Kampung Sakaq Tada Kecamatan Mook Mannor Bulant. Ini juga yang terus kita perhatikan dan akan dikembangkan kedepannya," tandasnya.[]
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Rusdi