Jaya menyampaikan salah satu faktor DBD itu akibat curah hujan yang cukup tinggim. Adanya hujan membuat genangan air yang akhirnya menjadikan adanya jentik setelah itu baru nyamuk dewasa.
"Makanya saya kasih warna merah itu untuk warning (peringatan). Jadi untuk warning kita," kata Jaya, Rabu (15/3/2023).
Kendati alami kenaikan, namun tetap terkendali. Meskipun tidak bisa mengendalikan secara masif karena memang DBD ini bisa dengan mengurangi angka prevalensi saja.
Sampai akhir pekan ke 10, di Kaltim sudah ada tigs orang yang meninggal. Angka ini jika dibandingkan dengan tahun 2022, maka dapat dikatakan masih rendah.
"Tahun lalu di setiap bulan ada yang meninggal, sekarang tiga, Samarinda dua, Berau satu," ucapnya.
Update kasus DBD di Kaltim per 10 Maret 2023:
Berau, positif 8 meninggal 1
Kukar, positif 137
Kutim, positif 50
Bontang, positif 60
Samarinda, positif 169 meninggal 2
Balikpapan, positif 154
PPU, positif 24
Paser, positif 40
Kubar, positif 70
Mahulu, positif 53
Sumber: Dinkes Kaltim
Editor: Rusdianto