Dokter Penyakit Dalam, dr Yanny Muvitta Sari yang juga ketua Tim Terapi Plasma Konvalesen menyebutkan, penyintas Covid-19 yang ingin mendonorkan plasma daranya paling tidak sudah satu bulan sembuh dibuktikan dengan hasil PCR menyatakan negatif.
"Karena pasien yang sudah sembuh atau penyintas itu mempunyai kekebalan atau antibodi yang bisa membantu penyembuhan," kata Yanny.
Antibodi atau kekebalan tubuh dari penyintas Covid-19 biasanya hilang dalam kurun enam sampai 12 bulan pasca kesembuhan. Maka penyintas setelah satu bulan sembuh bakal dicek apakah sudah terbentuk antibodinya. Namun tetap diskreening, dipastikan tidak lagi terinfeksi virus dan antibodinya sudah memenuhi syarat.
"Jadi kalo bisa satu bulan setelah sembuh, tapi tidak lebih dari tiga bulan," jelasnya.
Karena antibodi penyintas Covid-19 menurun dari sejak tiga bulan, ketika sudah 12 bulan biasanya sudah tidak punya antibodi. Sehingga dalam rentang waktu tersebut diharapkan plasma darah yang ditransfusikan ke pasien Covid-19 dapat merangsang munculnya antibodi pasien untuk melawan virus.
Untuk rasio kesembuhan melalui terapi ini, Yanny menjelaskan belum ada penelitian yang memastikan bahwa tingkat kesembuhan melalui trapi plasma konvalesen ini mutakhir.
"Beberapa penelitian berbeda-beda, tergantung derajat dari sakit itu sendiri," jelasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Rusdi