Karhutla seluas 2,9 hektare ini terdiri dari dua titik di wilayah itu yang mulai terjadi sekira pukul 18.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA. Di titik pertama membakar lahan kurang lebih seluas 1,2 hektare dan titik kedua kurang lebih 1,7 hektare.
"Semua lahan perkebunan. Kemungkinan itu pembukaan lahan. Tapi, kita belum dapat informasi siapa pemiliknya, karena kami fokus melakukan pemadaman," terang Kasubsi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Nunukan Mulyadi dilansir dari Korankaltara.com Selasa (30/5/2023) hari ini.
Meski tak ada korban jiwa, luka bakar maupun luka ringan, namun karhutla ini sempat membuat personel yang memadamkan api kewalahan. "Kondisi angin malam itu juga bertiup kencang sehingga api pun dengan cepat merambat dengan luasnya," sebutnya.
Dalam pemadaman itu, pihaknya menurunkan sebanyak 23 personel, dibantu aparat kepolisian 10 orang, KPH 15 orang, MPA 8 orang, BPBD 23 orang serta masyarakat.
"Kendaraan yang dioperasikan dalam pemadaman tersebut di antaranya satu unit mobil tangki milik KPH, satu unit L 300 dari BPBD, 3 unit mobil KPH, dan satu unit motor trail BPBD Nunukan. Begitu juga peralatan terdiri pompa gendong sebanyak 9 unit," ujar Mulyadi.
Saat ini kasus kahutla tersebut tengah dilakukan penyelidikan oleh aparat kepolisian karena kuat dugaan adanya unsur kesengajaan membakar lahan untuk berkebun.
"Padahal kami sudah sering mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mereka bisa melakukan dengan cara manual seperti menyemprotkan racun kemudian dicangkul,” tutup Mulyadi.
Editor: Aspian Nur