“Mulai dari tingkat SD-nya ada, SMP ada dan SMA ada. Jadi hampir di semua jenjang pendidikan ada pelajar yang direhabilitasi,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi BNNP Kaltara, Tulus.
Sepanjang tahun 2020 lalu, ada 33 orang yang sedang menjalani program rehabilitasi namun dari jumlah itu tidak semuanya berstatus pelajar, melainkan beberapa profesi lainnya juga ada, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Tidak Tetap (PTT), karyawan swasta hingga yang tidak bekerja.
“Kami harapkan klien yang masih ada saat ini bisa segera sembuh meskipun memerlukan waktu untuk bisa sembuh secara total,” sebut Tulus lagi.
Rata-rata mereka yang menjalani program rehabilitasi saat ini mengaku coba-coba menggunakan narkoba. Berawal dari situ, mereka akhirnya tergantung dan sudah kecanduan mengkonsumsi barang haram tersebut. Ia mengakui, tidak menutup kemungkinan masih ada pecandu narkoba yang ingin berhenti, namun tidak memiliki akses. “Semuanya karena coba-coba saja. Tapi karena kebiasaan dan akhirnya kecanduan. Makanya sulit untuk berhenti,” papar Tulus.
Untuk menjalankan program rehabilitasi itu, memang berbagai kendala yang dihadapi pihaknya terutama tingkat kesadaran masyarakat yang masih sangat kurang untuk melaporkan diri.
Selain itu, minimnya dukungan dari anggota keluarga terhadap klien yang kambuh dan putus program. Tidak hanya itu, situasi pandemi Covid-19 ini juga sangat berdampak pada realisasi program rehabilitasi yang dicanangkan BNNP Kaltara.
“Yang datang melapor masih kurang. Mungkin malu jika diketahui mengikuti rehabilitasi. Program rehabilitasi ini juga, perlu ada dukungan dari keluarga klien. Kalau keluarga mendukung, klien juga pasti akan sembuh,” tegasnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Kamis 28 Januari 2021 dengan judul Kaum Pelajar Dominasi Rehabilitasi Narkoba di Kaltara