Jumlah penonton sebanyak itu hampir sebanding dengan saat pembukaan Pesta Olahraga Nasional (PON) XVII tahun 2008 atau 16 tahun silam dan setara dengan jumlah penonton yang hadir pada laga tim sepak bola nasional Indonesia U-19 kala beruji coba dengan Pusam U-19 tahun 2014, 10 tahun lalu dan
setelahnya tak pernah lagi ada ribuan orang yang rela datang ke Palaran yang akan segera direnovasi usai konser.
Terlepas dari itu, kehadiran SO7 di Palaran seolah menghidupkan lagi banyak hal di Palaran, mulai dari euforia kemeriahan, kemacetan hingga hidupnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada stadion yang dibuka 18 Juni 2008 silam.
Hanya tempat duduk teratas yang tak diisi penonton di Stadion Palaran, sisanya pada tempat duduk pertama dan kedua bahkan di lapangan yang terlihat hanya lautan manusia. Tak bisa dipungkiri, sekitar 75 persen penonton konser yang hadir merupakan “old crack” alias penggemar musik lama yang lahir seiring dengan kehadiran grup band yang digawangi Akhdiyat Duta Mojo alias Duta, Erros Candra dan Adam Muhammad Subarkah tersebut.
Mereka yang hadir dan menikmati 15 lagu yang dibawakan SO7 rata-rata berusia lebih dari 30 tahun dan bisa disebut merekalah Sheila Gank sejati karena mengikuti perjalanan lagu-lagu populer yang dibawakan grup musik tersebut.
Bukan hanya dari Samarinda, Tenggarong, Balikpapan dan daerah lain di Kalimantan Timur, bahkan ada yang datang dari Kalimantan Utara juga dari Jakarta menyempatkan diri untuk bernostalgia dengan lagu-lagu SO7. “Serasa kembali ke masa muda,” ujar mereka.
Mereka yang hadir dan berusia dibawah 30 tahun bisa jadi mengikuti SO7 karena terbawa orangtua, memang suka musik atau juga sering mendengar lagu-lagu Sheila diwaktu senggang karena selain musik dan liriknya enak didengar juga pas dengan suasana hati mereka.
Ada sekitar 600 personel keamanan bertugas sebelum, saat dan sesudah konser berlangsung. Penonton hadir sejak pukul 13.00 WITA, tujuh jam sebelum penampilan SO7 diatas panggung dengan lagu pembuka Pejantan Tangguh pukul 20.00 WITA, ditutup dengan lagu berjudul Tunggulah Aku, dengan diantaranya ada lagu hits seperti Seberapa Pantas, Sephia, Sahabat Sejati, Dan, Melompat Lebih Tinggi serta lagu lainnya.
"Terima kasih sudah hadir dan meluangkan waktu malam minggu untuk hadir di tempat ini dan bernyanyi bersama kami," kata Duta, sang vokalis.
Tata cahaya yang memukau dan sound sistem yang mumpuni membuat semua terhanyut dalam setiap lagu yang dinyanyikan, bergema dengan suara ribuan penonton di dalam stadion.
Keprofesionalan panitia pelaksana konser bersama unsur pendukungnnya membuat semua berjalan lancar. Mulai dari toilet hingga tempat salat disiapkan. Pada pelaku UMKM juga mendapat keuntungan dari dagangan yang mereka jual meski ada yang “sedikit nakal” dengan menaikkan harga makanan tak masuk akal.
Sektor lain yang terimbas dengan kehadiran SO7 di Samarinda adalah pelaku transportasi online yang kebanjiran pesanan baik mengantar maupun menjemput penumpang di Palaran. Banyak orang yang lebih memilih cara simpel naik ojek maupun mobil online untuk menghindari parkir yang luar biasa sulit selain juga menghindari kemacetan di jalan karena ribuan orang yang hadir. Meski begitu tetap saja usai konser yang ditutup pukul 22.00 WITA membuat sebagian penonton ada yang sampai di rumah pukul 01.00 WITA dini hari karena terjebak macet.
Samarinda sendiri merupakan kota pertama dalam tur Sheila On 7 bertajuk Tunggu Aku Di. Setelah dari Kota Tepian, mereka ke Makassar dan tampil pada 10 Agustus bulan depan, dilanjutkan dengan Pekanbaru 31 Agustus, Medan 14 September dan Bandung 28 September.
Editor: Aspian Nur