"Maka kami memutuskan untuk kooperatif menundanya pada hari yang belum tau kapan (pastinya,red)," kata Pimpinan Produksi, Kosis (29/1/2021).
Ladaya menggelar pementasan tadi malam. Hal ini untuk menjaga semangat para seniman teaterikal yang telah berlatih berbulan-bulan untuk pementasan malam ini, sekaligus mensimulasi pementasan dengan penerapan Prokes ketat. Pementasan itu sembari dipantau oleh tim peneggakan Hlhukum protokol kesehatan.
Kosis menyebut, animo penonton cukup tinggi soal pementasan ini. Namun pemberlakuan PPKM menyebabkan pihaknya dengan sangat terpaksa mengurangi jumlah penonton yang hadir saat pementasan tadi malam.
Saat simulasi, pertunjukannya juga terbilang tidak secara utuh ditampilkan. Ada pula satu pertunjukan yang memutuskan untuk mundur karena satu dan lain hal.
"Makanya kami putuskan menunggu kondisi benar-bemar baik, lalu akan kita pentaskan pertunjukannya itu," jelasnya.
Diketahui, akan ada tiga pertunjukan yang bakal dipentaskan pada malam ini. Yakni drama monolog yang dinamai dengan Botak, Meracau, dan Kawa Hak.
Marketing Ladaya, Annisya Amelia Rukhmana A menyebutkan, awalnya kegiatan ini diberikan izin untuk digelar malam ini dengan sejumlah persyaratan harus mengikuti anjuran.
Simulasi yang digelar malam ini pun dengan kapasitas penonton yang kurang lebih sudah sesuai anjuran. Pihaknya juga menargetkan agar Ladaya menjadi tempat umum yang menjadi role model penerapan prokes.
Pemberlakuan PPKM sendiri dilaksanakan selama dua pekan. Jika terjadi perpanjangan masa PPKM pihaknya akan mengkonsultasikan kepada pihak terkait agar pementasan ini bisa dilaksanakan sesuai aturan.
"Kemungkinan jika terlalu panjang durasinya akan dibuat perhari, kemungkinan begitu," tandasnya.[]
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Rusdi