Nuansa lagu Menanti Keajaiban di album Indera Keenam memang sangat berbeda jika dibandingkan versi terdahulu saat lagu tersebut masuk di album Save My Soul pada 2003. Perbedaan mendasar datang dari aransemen musik penggarapannya yang dibantu Denny Chasmala sebagai co-producer. Denny mengemas setiap nomor di album Indera Keenam dengan konsep akustik dan balutan string yang fresh.
Satriyo Yudi Wahono atau Piyu mengatakan pemilihan Menanti Keajaiban menjadi single kedua memiliki alasan. Salah satunya, lagu tersebut punya kekuatan dari sisi lirik. Dalam penciptaannya, lagu ini melalui serangkaian proses yang dimulai dari Piyu dengan reff gitar kemudian bersama Fadly membuat rangkaian melodinya. Dari urutan melodi lagu tersebut barulah masuk ke proses penyusunan lirik. “Hingga akhirnya terciptalah lirik yang paling terakhir itu, yang menurut saya the best lyrics yang pernah aku buat. Bukan hanya dari arti kata-katanya, tapi dari roh dan segala macamnya bisa dapat,” ungkap Piyu.
Demikian dengan Rindra Risyanto Noor. Dia mengaku gembira “Menanti Keajaiban” dipilih menjadi single kedua. Lagu tersebut bisa menjadi favorit para pendengar. “Dari awal saya senang lagu ini masuk di album ‘Indera Keenam’. Lagu yang unik dan punya alur yang tidak umum. Tidak ada pengulangan dan mengalir saja. Di album ini konsepnya akustik dan jadi terdengar lebih wise, kalau dulu kan lebih wild,” terang Rindra dikutip dari sindonews.com
Bait-bait lirik Menanti Kejaiban juga dinilai memiliki kedekatan masing-masing personil Padi Reborn. Liriknya dirasa memiliki kesamaan dengan cerita perjalanan Padi Reborn. “Liriknya mirip seperti pengalaman Padi ketika masa vakum. Lagunya sendiri ini middle up dan di album ini dikemas menjadi lebih syahdu dari sebelumnya. Musiknya ini lebih dramatis ya karena dibalut orkestra,” terang Yoyo. (*)