Dalam surat keterangan yang menyertai pelelangan, kacamata itu disebut ditemukan oleh mantan sopir Ringo Starr dan George Harrison yang bernama Alan Herring. Menurut Herring, Lennon meninggalkan kacamata di mobil drummer Starr pada suatu hari di musim panas 1968. "Saya harus menjemput John bersama Ringo dan George [Harrison] di [mobil] Mercedes Ringo dan mengantar mereka ke kantor," tulis Herring seperti dikutip CNNIndonesia.com.
"Ketika John keluar dari mobil, saya menyadari dia meninggalkan kacamata ini di kursi belakang dengan satu lensa dan satu gagang patah. Saya menanyai John jika ia ingin saya memperbaikinya. Dia berkata saya tak perlu khawatir, kacamata itu cuma untuk gaya," tulisnya lagi.
Maka Herring pun menyimpan kacamata tersebut. Tak pernah memperbaikinya, hanya menyimpannya baik-baik. "Saya tak pernah memperbaiki kacamata itu. Saya membiarkannya persis seperti saat John meninggalkannya," kata Herring lagi.
Pelelangan itu diadakan hanya selang beberapa hari setelah peringatan ke-39 tahun kematian John Lennon. Saat itu, sang istri Yoko Ono mengunggah cuitan rindu terhadap Lennon. "Kematian orang tercinta merupakan pengalaman menyakitkan. Setelah 39 tahun, Sean, Julian, dan saya masih merindukannya," tulis Ono seraya menyebut nama kedua putranya bersama Lennon, dan mengakhiri cuitan dengan kutipan lirik lagu Imagine yang termasyhur.
"Imagine all the people living life in peace."
Dalam unggahan yang sama, Ono kembali mengingatkan tentang betapa penting pengetatan aturan senjata di Amerika Serikat. Ia menyertakan sebuah gambar yang menyatakan jutaan orang terbunuh oleh senjata api setiap tahunnya di AS. "Lebih dari 1,400,000 orang terbunuh oleh senjata api di AS sejak John Lennon ditembak dan terbunuh pada 8 Desember 1980," demikian tulisan pada gambar tersebut. (*)