Jaga Harga Sembako, TPID Pantau Ketersediaan Barang di Pasaran
2 menit baca1.635 kali dibaca
SAMARINDA - Sudah menjadi kebiasaan jelang hari besar keagamaan akan memicu meroketnya sejumlah harga bahan pokok. Tak terkecuali seperti sekarang ini, memasuki Bulan Desember ketersediaan komoditas harus terus terpantau. Di akhir Desember ada dua agenda yang harus menjadi perhatian pemerintah tetap menjaga harga stabil, perayaan Hari Natal dan Tahun Baru.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM, Fuad Assadin mengatakan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sudah menyita perhatiannya. Yang paling mungkin dilakukan saat ini sampai nanti, berfokus mengawasi ketersediaan barang bahan pokok. Meski tanpa arahan dari pusat, di daerah sudah menjadi agenda penting agar semua harga bisa bertahan seperti harga di hari pada umumnya.
“Karena kalau tidak diawasi bisa memacu kenaikan harga dan laju inflasi, untuk itu kami sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), juga melaksanakan peran kami dengan memantau harga di pasaran,” ujarnya.
Ia menyebut, bahan pangan yang menjadi kebutuhan pokok, mulai beras, gula, telur, daging, cabe, bawang rawan naik karena lonjakan permintaan pada hari-hari besar nasional itu. Ekspektasi pasar jelang perayaan Natal dan tahun baru sudah menjadi momen bagi para pedagang.
Dengan adanya pengawasan, dia berharap masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar dan tepat mengenai fluktuasi harga barang-barang kebutuhan pokok. Tujuannya supaya tidak terjadi aksi borong karena khawatir yang justru akan membuat harga melonjak.
Dikatakannya, upaya pemerintah juga dilakukan salah satunya dengan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET). HET diharapkan dapat memberikan standar kepada masyarakat, apabila harga barang sudah mengalami kenaikan yang tak terkendali.
“Tim kami setiap hari memantau di Pasar tradisional, dan retail. Artinya harga selalu kami pantau, dan diinformasikan kepada masyarakat. Dari kabupaten/kota juga melakukan hal yang sama,” tukasnya.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara konsisten, lanjut Fuad segala bentuk perubahan baik itu harga maupun pasokan akan segera terpantau. “Jika ada yang tak sesuai, segera kami ambil tindakan. Contohnya waktu garam kemarin, kan kami segera bergerak dan memaastikan bahwa kalau pasokan aman, berarti harga juga bisa dikendalikan,” urainya.
Selain itu, katanya pemerintah terus berupaya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Mulai bantuan langsung tunai, beras dan susu masih diperlukan sebagai strategi jangka panjang. (rs)










