Hasilnya, dari uang urunan 600 pelajar SMP Vidatra bisa dibelikan sebanyak 300 nasi bugkus. Memang tak banyak bantuan yang diberikan pelajar ini. Tapi setidaknya bisa sedikit meringankan beban para korban banjir yang kesulitan mencari makan. Seperti diketahi, saat banjir melanda, para orang tua tak lagi memikirkan lapar, karena mereka sibuk menyelamatkan perabotan yang terendam.
Dikatakan guru Vidatra, Rofiah dan Furqon kegiatan ini tak lain untuk mengasah kepekaan para pelajar agar tumbuh empati dan kepedulian kepada sesama. Rofiah dan Furqon turut ke lapangan, membagibagikan nasi bungkus / nasi kotak, kegiatan membagi-bagikan nasi bungkus atau nasi kotak kepada warga yang terkena musibah banjir.
Menurut Rofiah, mereka juga mengikutsertakan para orangtua murid yang mau ikut mebrikan bantuan nasi bungkus. “Alhamdulillah semuanya bisa terkumpul 300 nasi kotak/bungkus, dan makanan ini kami bagikan di tiga titik, yang terkena dampak banjir cukup besar, yakni jalan Tomat, Perumahan Bontang Permai dan belakang X-Toys Jalan Ahmad Yani Gunung Sari,” ujar Rofiah. (cil)