Menjadi penampung satwa dilindungi ternyata memerlukan, tak cuma tenaga, kehalian tapi juga dana. Untuk makan saja, BOSF menghabiskan dana mencapai Rp1,6 miliar setahun. “BOSF ini tempat konservasi Orangutan, tapi kita dititipkan oleh pemerintah untuk merawat Beruang Madu yang juga termasuk hewan dilindungi, “ kata Pemandu BOSF Samboja, Imam saat memandu kunjungan wartawan ke BOSF Samboja Lestari.
Jumlah Beruang Madu yang sampai saat ini menjadi beban BOSF Lestari berjumlah 45 ekor. Dari seluruhnya, satwa tertua berumur 36 tahun, sedangkan termuda berumur 8 tahun.
Untuk biaya makan diperkirakan per-ekor menghabiskan dana mencapai Rp3 juta perbulan.
“Makanannya kan buah, sayur dan food dog kemasan, kita tidak boleh memberikan daging mentah, karena akan merangsang beruang semakin beringas,” ujarnya.
Dari manakah BOSF mendapatkan dana untuk merawat beruang madu tersebut? Imam menjelaskan, dana yang didapat dari lembaga donatur yang berasal dari negara asing, serta pendapatan dari setiap adanya kunjungan orang yang datang ke BOSF Lestari.
“Kita sudah pernah meminta bantuan ke pemerintah daerah, akan tetapi sampai sekarang belum ada respon, “ujarnya.
Imam menjelaskan, tidak sembarangan orang bisa mengunjungi BOSF lestari. Alasannya karena tempat tersebut bukan tempat wisata, tapi tempat konservasi satwa liar. Masuk ke wilayah penangkaran BOSF harus mendapatkan izin dari pengurus di tingkat pusat. “Siapa pun orang asalkan belum mendapat izin masuk, pasti kita tolak berkunjung ke BOSF, “ ujar dia.
Imam menambahkan dari data kunjungan terbanyak kunjungan kebanyakan dari negara-negara di Benua Eropa. Sementara untuk negara di Benua Asia masih minim.
“Setiap kunjungan dikenakan donasi Rp500 ribu per orang, donasi tersebut untuk membantu pengeluaran operasional rutin BOSF,” pungkasnya. (ran)